Thursday, July 23, 2009

POTRET ANAK BANGSA


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kaya dan luas, namun masih ada yang kurang maksimal dalam pengelolaannya. Nasib bangsa ini masing sangat ketergantungan sekali dengan kondisi politik saat ini, tak seorangpun mampu keluar dari martabat ideal yaitu menjadi negarawan. Saling jegal dalam berpolitik karena satu alasan yaitu uang/duit/UUD, dengan tidak punya rasa malu mereka seakan - akan demi kepentingan rakyat dengan sengaja memamerkan kekuatan padahal mereka hanya mewakili kelompoknya saja. Rakyat dibuat seakan -akan begitu bodoh dan gampang diperdaya, karena faktor undang - undang yang dibuat orang politik saja yang menjadikan rakyat tidak berdaya.

Mari kita lihat gaya hidup masyarakat yang kondisi sehari -harinya tidak terpengaruh dengan politik saat ini, yaitu di dusun Tohpati bebandem karangasem, ada Sekolah Dasar yang keadaan sekolahnya biasa - biasa saja, kondisi pengajar juga yang standar. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar dengan sangat ideal yaitu karena tugas dan tanggung jawab yang mengahruskan mereka untuk melakukan kewajiban ini, bahkan ada seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang juga ikut mengabdi sebagai tenaga pengajar tanpa mengikinkan honor.
Ditahun terakhir ini ada lagi seorang sukarelawan desa yang mau menjadi tenaga kontrak yang bahkan sampai saat ini belum keluar SK kontraknya, berarti sampai saat ini juga belum pernah mendapatkan gaji dari apa yang sudah dilakukannya.Beliau ini tidak pernah sedikitpun mengeluh karena gaji itu, karena rasa pengabdian sajalah yang mampu menjalankan sampai saat ini.
Kegiatan sekolahpun berjalan seakan tak perduli dengan kondisi diluar, dengan dukungan para orang tua / wali siswa juga. Anak -anak belajar seakan- akan masa depannya mereka akan mampu mereka raih, sekali lagi kerisauan dan keraguan akan kondisi bangsa hampir mereka tak pernah pertanyakan. Mereka berkarya semampu apa yang mereka perbuat, dengan kewajiban murni para pengajar dan Kepala Sekolah serta dukungan para orang tua /wali siswa sekolah berjalan sebagai mana mestinya.

Namun kami hadir sebagai Komunitas Pemerhati Anak Bangsa merasa prihatin dan pilu melihat perkembangan negeri ini, tanpa pernah menoleh kearah anak bangsa ini pemerintah seakan tak mau peduli dengan keadaan mereka, perhatian perbaikan sekolah memang ada, tapi tidak cukup hanya itu, mereka membutuhkan fasilitas yang lain yang nantinya dapat mendukung cita - cita luhur mereka, mereka melakukan kegiatan dengan sarana yang serba kekurangan.
Sebagai tawaran murni kami akan siap membantu dengan cara mencarikan donasi kepada siapa saja yang peduli dengan pendidikan anak negeri yang serba kekurangan, namun potensi dan kerja keras mereka sangat tinggi.

Demikianlah sekilas potret anak negeri ini semoga mendapat perhatian kepada siap saja yang membaca topik ini....terima kasih.

No comments:

Post a Comment